Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Bahasa menjadi alat komunikasi baik dalam menyampaikan informasi, ide pembaruan ataupun konsep-konsep perkembangan. Mengarungi era globalisasi dan perdagangan bebas, tidak bisa dipungkiri bahwa segala bentuk informasi dan aktivitas bisnis maupun institusi pendidikan akan dijalankan dengan menggunakan bahasa pengantar internasional seperti bahasa Arab, Perancis, Jerman, Jepang dan terutama bahasa Inggris.
Betapa banyak informasi baik dalam bentuk tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, atau novel maupun dalam bentuk audiovisual seperti film atau drama yang diabadikan dalam bahasa Inggris. Di negara kita sendiri tercinta Indonesia, notabene Bahasa persatuan kita bahasa Indonesia, kita banyak pula menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Dewasa ini betapa banyak term-term Inggris yang dipakai tidak hanya oleh dunia pendidikan tapi juga dunia bisnis. Adapun contoh ungkapan itu misalnya world class university, one step ahead, touch heart, I love you pull.
Mengingat betapa pentingnya bahasa Inggris tersebut maka sebagian besar individu, baik itu dari kalangan pemerintah, mahasiswa, pekerja, maupun professional telah menyadari pentingnya belajar bahasa Inggris. Hal ini dapat dilihat dari dimasukkannya bahasa Inggris kedalam kurikulum TK sampai Perguruan Tinggi sebagai mata pelajaran wajib. Selain itu, jumlah orang yang mengikuti kursus bahasa Inggris semakin banyak dari hari ke hari. Mereka semua berusaha belajar bahasa Inggris dengan harapan bisa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam dunia kerja. Namun, masalah utama yang kemudian muncul adalah sebagian besar dari mereka yang telah mengikuti kursus sejak sekolah dasar sampai perguruan tinggi masih saja gagal meguasai bahasa Inggris. Sebagian besar dari mereka tidak mampu mengatakan bahwa saya sudah bisa menggunakan bahasa Inggris.
Satu hal yang tidak dapat dipungkiri dari permasalahan tersebut adalah suatu kenyataan bahwa kemampuan bahasa yang dimiliki orang berbeda-beda. Perbedaan potensi kebahasaan yang dimiliki manusia menyebabkan tidak semua orang akan mudah mempelajari bahasa. Namun kita perlu ingat sekecil apapun potensi yang kita miliki tetap memberikan peluang yang besar untuk menguasai bahasa tersebut (bahasa Inggris) asalkan kita punya keinginan untuk belajar sepenuhnya yang disertai dengan penerapan kiat atau cara yang tepat untuk mempelajarinya. Hal inilah yang seringkali mendasari munculnya pertanyaan bagaimana sebenarnya cara belajar bahasa Inggris yang baik supaya bias menjadi pebelajar yang sukses.
Dalam belajar bahasa Inggris diperlukan adanya strategi atau kiat-kiat belajar. Belajar bahasa tidak sama dengan belajar ilmu sains. Chaer (1995:17) menyatakan bahwa Bahasa itu bersifat dinamis maksudnya bahasa itu tidak terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Artinya, setiap waktu mungkin saja terjadi perubahan baik dari kosakata maupun strukturnya. Oleh karena bahasa merupakan sebuah keterampilaan, maka bahasa tersebut harus dipelajari dan dipraktekkan secara terus menerus dan sesering mungkin. Karena itu, ada pepatah yang mengatakan bahwa practice makes perfect ; the more you practice, the more you learn. Keterampilan bahasa Inggris memerlukan aksi atau praktek. Mungkin saja sebagian besar orang sudah mengetahui tips belajar bahasa Inggris, tetapi jika tidak dilaksanakan atau dipraktekkan, itu berarti kita tidak akan mencapai keberhasilan yang maksimal.
B. KIAT SUKSES BELAJAR BAHASA INGGRIS
Dalam belajar bahasa Inggris diperlukan dua hal penting yaitu passion (daya tarik) dan metode belajar yang efektif. Mengapa dibutuhkan passion (daya tarik) dalam belajar bahasa Inggris? Karena dengan daya tarik inilah seseorang akan termotivasi untuk belajar bahasa Inggris. Ketika seseorang sudah memiliki daya tarik tersebut maka yang diperlukan selanjutya adalah metode belajar efektif yang akan mengarahkan seorang pebelajar untuk mengetahui bagaimana melaksanakannya dengan cepat. Huda (1999:6) mengatakan motivasi memiliki peranan penting dalam menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam mempelajari bahasa target.
Ada beberapa hal yang dapat membangkitkan ketertarikan atau motivasi dalam mempelajari bahasa inggris antara lain: ........
Jika seseorang mencintai atau sudah punya daya tarik belajar bahasa Inggris maka: bisa belajar secara teratur; menghabiskan waktu lebih banyak untuk belajar bahasa Inggris; belajar bahasa Inggris akan menjadi lebih mudah. Hal ini bisa terjadi karena otak seseorang akan mudah mengingat informasi mengenai hal-hal yang disukai. Sebagaimana yang dikatakan Larsen-Freeman (1991:319) apabila pebelajar memperoleh kesempatan untuk menggunakan bahasa target yang banyak, maka dia kan memiliki kemahiran bahasa itu dengan baik.
Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak orang yang mengatakan keluhan-keluhan tentang bahasa Inggris antara lain bahasa Inggris susah, buat apa belajar toh itu bukan bahasa kita, bahasa Inggris bahasa munafik. Keluhan seperti ini tidak hanya sering didengar di dunia pendidikan formal, tetapi juga di dunia pendidikan nonformal. Hanya sedikit dari mereka yang menyukai bahasa Inggris.
Hal lain yang sering dihadapi dalam belajar bahasa Inggris adalah walaupun seseorang sudah menyukainya, kadang-kadang mereka tidak ingin mempelajarinya. Inilah cara psikologi manusia dalam bekerja, kadang-kadang kita begitu malas, bosan, dan lelah sehingga kita tidak ingin apapun sekalipun kita menyukai hal-hal tersebut.
Berikut ini adalah beberapa tips umum yang dapat kita lakukan ketika belajar belajar bahasa Inggris:
1. Rancanglah target target yang realistis
Satu hal penting yang harus diingat bahwa sukses belajar bahasa tidak akan terjadi dalam waktu semalam, belajar bahasa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, meskipun kita adalah seorang yang memiliki IQ yang tinggi dengan motivasi sangat tinggi dan mengikuti pembelajaran di sekolah paling elitpun. Oleh karena itu, kita sebagai pebelajar hendaknya merancang target-target yang realistis. Sebagai contoh, kalau kita pemula dalam belajar bahasa sebaiknya kita mulai dengan penguasaan vocabulary, lalu dilanjutkan dengan pembiasaan mendengar. Kalau kita sudah memiliki dasar-dasar bahasa, maka kita sudah bisa mulai dengan pengembangan pronounciation dan kemampuan menulis. Kesimpulannya, pebelajar hendaknya merancang taget apa yang ingin dicapi agar mudah mengukur sejauh mana keberhasilan yang dicapai.
2. Mengatur jadual belajar
Belajar bahasa membutuhkan waktu dan latihan. Oleh karena itu, mengatur jadual belajar bahasa Inggris sangat penting. Dan yang harus ditekankan dalam mengatur jadual belajar adalah dengan mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Lebih baik belajar 10 menit dalam sehari tetapi dilakukan dengan rutin daripada belajar berjam-jam tetapi dilakukan hanya dalam satu waktu. Pelajaran yang sering diulangi secara teratur akan tersimpan di memori dengan baik.
3. Mempelajari bagaimana cara belajar
Mengetahui cara belajar terbaik kita adalah salah satu cara untuk membantu kita belajar efektif. Seseorang seharusnya mengetahui apa sebenarnya learning style mereka apakah termasuk dalam kategori visual, auditori atau kinestetik. Dengan mengetahui learning style, belajar akan lebih mudah dan menyenangkan.
4. Menemukan guru yang baik
Menemukan guru yang tepat dan mengerti bahasa Inggris dan mampu mentransfer ilmunya dengan baik juga merupakan cara belajar bahasa Inggris yang efektif. Guru akan membantu seseorang dalam mengatur tujuan dan waktu belajar seseorang.
5. Berlatih, berlatih, dan berlatih
Poin ini adalah hal yang paling utama dalam belajar bahasa Inggris. Meskipun seseorang sudah mengetahui banyak kosakata bahasa Inggris ataupun menguasai tata bahasa Inggris, tetapi tanpa latihan, semuanya menjadi sia-sia. Belajar mudah bahasa Inggris intinya adalah latihan. Bercakap dengan teman adalah salah satu cara yang sangat baik.
6. Jangan takut salah
Salah satu kelemahan pelajar bahasa Inggris adalah mereka malu untuk mengaplikasikan bahasa Inggris mereka karena takut salah. Pikiran seperti itu sebaikya dihilangkan. Silahkan bicara dan menulis dan jangan takut salah. Yakinlah bahwa kita dalam proses belajar. No body’s perfect, isn’t.
7. Salurkan hobi anda untuk mendukung kemampuan bahasa
Seorang pebelajar sebaiknya mengaplikasikan apa yang akan dipelajarinya melalui hobi atau kegemarannya. Sebagai contoh, bagi seseorang yang gemar bersenandung atau menyanyi, maka dia sebaiknya sering-sering menyanyikan lagu berbahasa Inggris. Apabila seseorang mempunyai hobi nonton, maka sebaiknya memperbanyak nonton film-film berbahasa Inggris. Jangan mersa minder kalau tidak mampu memahami semua yang didengar. Yang terpenting adalah the more you listen, the more you understand.
Dengan demikian secara tidak langsung seseorang hal tersebut akan memberikan pembelajaran baik berupa kebiasaan mendengarkan ataupun kebiasaan mengucapkan kata-kata bahasa Inggris. Kecintaan kepada hobbinya akan berdampak pada kecintaan atau ketertarikan untuk belajar bahasa Inggris.
8. Gunakan kamus yang tepat
Setiap orang yang belajar bahasa Inggris memerlukan sebuah kamus. Kamus tidak hanya digunakan untuk mengetahui arti kata, tetapi dapat membantu untuk menentukan apakah sebuah kata termasuk dalam kategori verb, noun, atau adjective. Untuk seorang pemula lebih baik menggunakan kamus bilingual, sedangkan pelajar yang sudah melewati tingkat pemula bisa memakai kamus monolingual seperti kamus oxford, Cambridge atau longman.
9. Perbanyaklah kosakata
Menurut hemat saya, kosakata adalah salah satu hal yang paling penting dalam menguasai bahasa Inggris. Kita tidak akan dapat berkomunikasi dan menulis dengan baik dalam jika vocabulary kita lemah. Tanpa vocabulary yang mencukupi kita akan menghadapi masalah untuk menyampaikan ide dan pendapat kita dengan lancar. Atau lebih buruk kita akan menggunakan pilihan kata yang salah atau tidak sesuai dan menimbulkan salah faham di mata pendengar/pembaca.
10. Menyukai tata bahasa Inggris (grammar)
Hal yang tidak disukai oleh pelajar bahasa Inggris adalah mempelajari grammar. Oleh karena itu, untuk belajar bahasa Inggris, seseorang harus menyukai grammar. Belajar grammar akan membantu seseorang untuk lebih profesional dan tahu akan bahasa Inggris. Menurut hemat saya, sebaiknya pebelajar janganlah langsung belajar grammar ataupun structure bahasa Inggris. Tapi, yang terpenting bagi pemula adalah bagaimana bisa memahami apa yang disampaikan orang lain dan bagaimana merespon dengan lisan.
C. PENUTUP
Pada dasarnya, belajar bahasa Inggris sebenarnya tidak susah. Hal utama yang harus dimiliki adalah motivasi yang tinggi untuk belajar dan penerapan kiat belajar bahasa Inggris yang efektif. Pembahasan mengenai kiat-kiat belajar bahasa Inggris yang pada umumnya masih bersifat general ini diharapkan bisa membantu untuk belajar bahasa Inggris lebih mudah dan menyenangkan. Belajar bahasa tidak sama dengan belajar ilmu sains seperti matematika. Belajar bahasa Inggris membutuhkan usaha dalam bentuk aplikasi langsung dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah, suatu usaha yang sungguh-sungguh akan mendatangkan manfaat yang besar bagi masa depan seseorang.
Selain itu, yang harus diingat bahwa bahasa adalah keterampilan yang perlu digunakan secara terus menerus. Bahasa jika tidak digunakan akan hilang. Practice makes perfect. Mempelajari bahasa mengantar kita kepada dunia, membuat kita bisa mengerti perbedaan-perbedaan budaya dan pandangan-pandangan hidup.
BIBLIOGRAPHY
Larsen-Freeman, D. and Long M. (1991). An Introduction to Second Language Acquisition Research. London: Longman.
Huda, Nuril. (1999). Menuju Pengajaran Bahasa Berbasis Strategi Belajar: Implikasi Kajian Strategi Belajar Bahasa Kedua. Malang: Isntitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Brown, Douglas. (1987). Principles of Language Learning and Teaching. New Jersey: Prentice Hall inc.
Skehan, Peter. (1989). Individual Differences in Second Language Learning. Great Britain: Division Publishing of Hodder and Stoughton.
Comments
Post a Comment